MENU
Informasi
  • 30 Jul 2018

Indonesia International Toys & Kids Expo 2018 Tampilkan Ragam Produk Terbaik Mainan Bayi dan Anak

Jakarta, 26 Juli 2018 – ChaoYu Expo dan Peraga Expo kembali menyelenggarakan pameran B2B (business to business) industri mainan dan perlengkapan anak terkemuka di Indonesia, Indonesia Internationa Toys Expo 2018 pada 26-28 Juli 2018, bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran.
 
Pameran ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPR Republik Indonesia periode 2014-2019, yakni Muhaimin Iskandar atau yang biasa akrab disapa Cak Imin. Menurutnya, Indonesia perlu memproteksi generasi bangsa dengan menghadirkan produk-produk berkualitas. “Apalagi anak-anak kita adalah generas penerus bangsa, maka suatu keharusan kita menghadirkan mainan yang berkualitas,” tuturnya.

Pameran ini merupakan platform yang tepat bagi para pemain industri mainan dan perlengkapan anak baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya. Pameran yang focus di sektor B2B memberikan kesempatan kepada para pemain industri untuk dapat saling bertukar informasi dan menemukan peluang untuk dapat berkolaborasi dalam mengembangkan dunia usaha dalam jangka panjang.

“IITE 2018 berkembang dengan sangat baik terlihat dari luas pameran yang mencakup 4000 m2, dua kali lebih luas dari penyelenggaran pameran tahun lalu. Kami berharap untuk bisa mengambil kesempatan mempromosikan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam hal mainan robot cerdas. Untuk itu, kami akan menampilkan Robot Cerdas dari Cina yang diberi nama Dobi,” ujar Jason Chen, General Manager, ChaoYu Expo, selaku penyelenggara pameran IITE 2018.

Robot Dobi merupakan robot cerdas yang berhasil mempertahankan rekor dunia sebagai robot yang bisa menari secara bersamaan! Ini merupakan penampilan pertama robot Dobi di luar negara Tiongkok, menunjukkan tingginya teknologi manufaktur mainan di Tiongkok.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2018 mencapai USD 14,49 miliar atau naik 2,13% dibandingan Februari, demikian pula jika dibandingkan dengan Maret 2017 yang terhitung meningkat 9,07%. Bila melihat impor non-migas menurut negara asal barang utama, Cina (Tiongkok) masih menjadi negara asal impor terbesar dengan peran 27,3% atau mencapai USD 10,162 juta, Jepang 11,64% dan Thailand 6,89%. Sementara Uni Eropa 9,42% dan ASEAN 20,84%.
 
Data BPS juga menunjukkan impor mainan, games, dan alat olahraga per 17 Oktober 2017 senial USD 240,2 juta (3,2 trilyun) atau tumbuh 49,91% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai USD 160,2 juta (2,16 trilyun). Mainan impor yang paling banyak diimpor ke pasar nasional adalah Ice Skare dan Roller Skate dengan volume 2,790 ton dan rakitan model yang diperkecil seperti model pesawat terbang dan semacamnya sebanyak 1,870 ton. Sementara itu, dilihat dari negara asal, Cina menjadi negara yang paling banyak mengirimkan mainan ke Indonesia, disusul Singapura, Denmark, Malaysia, dan Jepang.
 
Pada tahun ini sebanyak 116 perusahaan dari Cina, Hongkong, Malaysia, Thailand, dan Indonesia mengikuti pameran IITE 2018, dengan menggunakan area pameran dua kali lipat lebih luas dari tahun kemarin. 15% dari peserta pameran berasal dari Indonesia. Peningkatan pameran merupakan respons industri mainan terhadap respons yang baik dari penyelenggaraan tahun lalu. Untuk tahun lalu terjadi business meeting 20 perusahaan Indonesia dengan 50 peserta dari Cina yang dilanjutkan dengan kunjungan pabrik dan trading di Cina. “Untuk target tahun ini kami optimis akan terjadi peningkatan, terlihat dari jumlah peserta pameran yang meningkat dan respons dari pengunjung untuk melakukan pra-registrasi secara online,” jelas Jason Chen.

Lukas Sutjiadi selaku ketua umum Asosiasi Mainan Indonesia, berkomentar, “saat ini pasaran mainan masih stabil tidak terlalu lesu seperti pada kuartal pertama. Meski pasar mainan impor berkisar 65-70%, di mana sekitar 60% berasal dari Cina, tidak terlalu memengaruhi industri mainan anak dalam negeri.”
 
Indonesia International Toys & Kids Expo (IITE) 2018 akan menghadirkan lebih dari 2000 macam produk industri mainan dan perlengkapan anak seperti mainan bayi dan anak, produk-produk perlengkapan bayi, pakaian jadi buat anak, furniture bayi, mainan elektronik, penunjang belajar, mainan plastic dan fasilitas bermain. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini IITE 2018 menampilkan lebih banyak kategori produk untuk menambah pilihan para industri. Program hosted buyers dari berbagai negara ASEAN yang ditawarkan diharapkan menjadi jembatan para industri lokal untuk dapat bertemu dan bertukar informasi mengenai industri di kawasan ASEAN.
 
Pameran IITE 2018 didukung oleh Huiyuan (Cina) International Exhibition Co., Ltd, Malaysian GM Group, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Mainan Indonesia, Asosiasi Importir Mainan Indonesia, Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI), Jiangsu Lixing Exhibition, Xingtai Dingya Exhibition, Shandong Wanmei Culture Media, Qualis Indonesia, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), dan semua asosiasi pendukung lainnya.
(Gilang Pradana)