Qualis News, 19 Desember 2018 -Representasi Electronics Testing Center Taiwan (ETC) Jerry Huang dan Chris Liu dan juga Hariadi bersama Priyono Wibowo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengunjungi Qualis Indonesia untuk melihat fasilitas pengujian EMC dan elektronika. Sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian terlengkap di Indonesia Qualis pun menjajaki potensi kerja sama di bidang baterai kendaraan listrik yang sudah menjadi hal lumrah di Taiwan.

Saat ini Lembaga Penilaian Kesesuaian di Indonesia yang memiliki alat uji semi Anechoic Chamber yang salah satunya berfungsi untuk mengukur gelombang radiasi pada alat elektronika untuk mesin generasi teranyar memang hanya Qualis Indonesia saja di mana dalam pemeliharaannya bisa dilakukan dari jarak jauh atau yang akrab disebut remote. Maka untuk peninjauan kerja sama dengan ETC Taiwan menjadi sesuatu yang layak untuk diperkuat di masa yang akan datang.

Di Taiwan sendiri memang sudah terdapat mobil listrik yang kecepatannya tidak bisa dibilang lambat itu. Salah satu mobil listrik yang ada di Taiwan ini diklaim mampu berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 1,8 detik. Dikutip Inautonews, mobil listrik Taiwan ini memiliki nama panggilan Xing Mobility yang digadang-gadang akan melunturkan pamor Tesla yang mengklaim dirinya sebagai produsen mobil listrik tercepat saat ini.

Klaim tersebut pun bukan tanpa sebab, empat motor listrik yang disajikan di dalamnya mampu menggerakkan empat roda sekaligus, mobil listrik ini mampu berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 1,8 detik, dan hanya butuh 5,1 detik untuk bisa berlari 0-200 km/jam. Bahkan bisa berlari hingga kecepatan tertinggi 270 km/jam. Mobil listrik ini pun mengantongi 42 baterai lithium ion dengan 98 modul. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, disebutkan pada pasal 23 ayat (3) bahwa "Kendaraan Bermotor listrik untuk memenuhi aspek keselamatan wajib dilengkapi dengan suara dengan tingkat kebisingan dan jenis suara tertentu."

Pada ayat (5) dibeberkan bahwa tingkat kebisingan yang dimaksud ayat (3) minimum adalah pada kecepatan 10 km/jam minimum 50 desibel, kecepatan 20 km/jam minimum 65 desibel dan saat berjalan mundur minimum 47 desibel.

Sebagai teknologi yang masih relatif baru dan belum sepenuhnya teruji untuk merespons semua skenario berkendara di jalan yang mungkin terjadi, adalah sesuatu yang wajar bagi pabrikan untuk melakukan peningkatan kualitas produk yang berkelanjutan tak lain agar menjamin keselamatan pengguna produk dan meminimalisir risiko bisnis yang muncul dari kegagalan fungsi produk.

Dengan demikian, sinergi antara industri/produsen, akademisi dan Lembaga Penilaian Kesesuaian seperti Qualis Indonesia yang bergandengan dengan LIPI untuk konsisten berperan aktif dalam mengusulkan suatu standar pada sebuah produk yang dikonsumsi masyarakat luas yang dapat mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi serta tuntutan masyarakat yang dinamis, namun tetap mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan manusianya yang dalam hal ini adalah pengguna. Di Indonesia sendiri regulasi mobil listrik masih belum tersosialisasi dengan baik, atau bisa dikatakan infrastrukturnya belum begitu memadai.  (Gilang Pradana)