Qualis News, 8 Desember 2018 –Belakangan ini Kementerian Perindustrian tengah berupaya merumuskan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) atas alat peralatan komunikasi, khususnya 4G-LTE yang berdasarkan perangkat lunak yang nantinya akan direkomendasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dikutip Bisnis Indonesia TKDN ponsel akan direkomendasikan tidak hanya pada proses manufacturing saja melainkan juga pada software atau sistem penggerak. Pasalnya, selama ini penghitungan TKDN hanya pada proses manufacturing. Padahal keuntungan di bisnis ponsel perbandingannya adalah 30 persen dari penjualan perangkat keras sedangkan 70 persennya berasal dari perangkat lunak. Ini artinya potensi bisnis perangkat lunak terbentang luas untuk terus berkembang.

Pada laporannya di 2017 Global System for Mobile Association pernah mencatat bahwa lebih dari lima milyar orang telah menggunakan ponsel yang dari zaman ke zaman mengalami evolusi dan pada hari ini kita menyebutnya sebagai gawai pintar. Kebijakan TKDN dari Kominfo sendiri telah memacu produsen ponsel global mendirikan lini produksi di dalam negeri. Maka itu untuk meningkatkan efek ganda lebih besar perangkat lunak ponsel pun harus dimasukkan ke dalam penghitungan TKDN.

Di dalam negeri sendiri memang sudah ada industri perakitan untuk perangkat lunak, namun itu saja belum lah cukup saat ini pun Kemenperin terus melakukan pendekatan ke berbagai pemangku kepentingan agar juga mendirikan unit riset dan pengembangan (R&D).

Saat ini saja nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri sudah menyentuh persentase 42,04. Maka itu agar terus berkembang diperlukan dukungan penuh dari para pemain lokal baik itu konsumennya maupun produsen. Karena hanya dengan mendukung produk dalam negeri sama halnya juga dengan membangun ekonomi dalam negeri yang kelak akan mensejahterakan seluruh komponen masyarakat.

Sejalan dengan itu kesejahteraan pun haruslah ditunjang dengan berbagai produk yang berkualitas yang tak lepas dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai laboratorium pengujian independen yang kini telah memiliki 16 divisi, Qualis Indonesia pun berkomitmen penuh untuk tetap menjaga mutu produk dari berbagai produsen lokal maupun mancanegara. Dengan kelengkapan alat pengujian yang dimiliki Qualis Indonesia, bukan sesuatu yang mustahil nantinya laboratorium lokal mampu bersaing secara global.

PT Qualis Indonesia merupakan LPK yang telah diakreditasi KAN dan telah memenuhi persyaratan dalam SNI ISO/IEC 17025 Sistem Manajemen Laboratorium dan SNI ISO/IEC 17065 Penilai Kesesuaian - Persyaratan untuk Lembaga Sertifikasi Produk, Proses & Jasa. Ruang lingkup PT Qualis antara lain pengujian dan sertifikasi aksesoris kelistrikan, kabel, pangan, tekstil, mainan anak, serat optik, mikrobiologi, AUVI, LED & luminer, alat rumah tangga, transportasi, EMC, kosmetik, dan kalibrasi. (Gilang Pradana)